
Program Mengajar di Sekolah (PMS) MBKM Batch 3 Periode Genap 2022/2023 yang telah berjalan hampir 2 bulan sejak mahasiswa berada di sekolah mitra, menunjukkan adanya partisipasi aktif mahasiswa dan mitra dalam merealisasikan program kerja. Informasi ini diperoleh dari Monitoring dan Evaluasi Tahap 1 yang dilaksanakan oleh Ketua LP3M UNG bersama Tim di Sekalah Mitra Wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Kabupatan Gorontalo Utara yang dilaksanakan pada 8 s.d 11 Mei 2023.
Ketua LP3M UNG Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd. dalam kunjungannya, menyampaikan bahwa monev PMS tahap-1 ini sebagai tahapan penting dalam memastikan program kerja setiap mahasiswa telah dijalankan sesuai dengan Rancangan Kegiatan Awal yang telah disetujui oleh guru pamong dan DPL, sekaligus mendapatkan informasi mengenai program unggulan yang sedang dan akan dijalankan oleh mahasiswa disetiap sekolah mitra. Monev juga bertujuan untuk mengetahui masalah atau kendala/hambatan yang dirasakan mahasiswa, guru pamong dalam menjalankan program PMS. “Monev yang kami lakukan, dalam rangka melihat kesesuaian dan ketercapaian program yang telah direncanakan oleh mahasiswa bersama pihak sekolah baik yang telah dilaksanakan atau yang belum dilaksanakan” jelasnya. “Kegiatan mahasiswa di sekolah selama empat bulan ini kiranya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah melalui program-program unggulan mahasiswa”, pungkasnya. Selain itu, dalam monev awal ini ikut diserahkan seragam mahasiswa PMS dan Kartu Asuransi.
Ketua LP3M juga berpesan kepada para mahasiswa agar memaksimalkan waktu yang tersisa, untuk menyelesaikan program-program yang telah direncanakan bersama pihak sekolah, memberikan yang terbaik dan menjadikan pengalaman di sekolah sebagai pembelajaran yang berharga yang benar-benar setara dengan 20 SKS sesuai tujuan dari program ini.
Kepala Pusat Pengalam Lapangan/Ketua Panitia Program Mengajar di Sekolah (PMS) Dr. Muhammad Yusuf, M.Pd mengutarakan harapan dari pihak sekolah, bahwa kehadiran mahasiswa PMS Merdeka Belajar Kampus Merdeka dirasakan sangat membantu pihak sekolah dalam menerapkan pembelajaran yang inovatif, membantu pihak sekolah dalam berbagai aktivitas persekolahan serta mengatasi adanya kekurangan guru dibeberapa sekolah. Kepala Sekolah berharap agar program PMS ini tetap dapat dilaksanakan di sekolah mereka pada periode berikutnya.