Creative Hub Area 4 Duta Kampus Merdeka Wilayah Sulawesi dan Kalimantan "Diskusi dan Pengembangan Akselerasi Program MBKM"

Oleh: Abdulrahim Maruwae . 17 Oktober 2022 . 19:17:02

Gorontalo, lp3m.ung.ac.id – Ketua LP3M Universitas Negeri Gorontalo Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd. menjadi pembicara Webinar Creative Hub Area 4 oleh Duta Kampus Merdeka dengan topik “Strategy on Acceleration MBKM Implementation at Universities”, Senin (17/10/2022).

 

Webinar ini dalam rangka meningkatkan akselerasi implementasi MBKM secara benar, masif, dan berdampak yang hadiri oleh Koordinator Nasional Komunitas Duta Kampus Merdeka, Yanuar Dwi Prasetyo, S.Pd.I., M.A., Ph.D., Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Drs. Andi Lukman, M.Si. dan pembiacara Bapak Suardi dari Universitas Muhammadiyah Makassar serta Ibu Prof Dr. Elya Nusantari, M.Pd. dari Universitas Negeri Gorontalo.

 

Dalam sambutannya Yanuar Dwi Prasetyo, S.Pd.I., M.A., Ph.D. berpesan bahwa setiap anggota dari duta kampus merdeka memiliki peran yang sangat penting dalam mengakselerasi implementasi MBKM yang benar, berdampak, dan berkelanjutan.

 

"Salah satu upaya kita dalam menjaga keberlanjutan implementasi merdeka belajar kampus merdeka adalah bagaimana kita memikirkan implementasi MBKM Mandiri yang dijalankan oleh Perguruan Tinggi. Oleh karenanya untuk semua area, topik besarnya adalah bagaimana perguruan tinggi bisa menyiapkan implementasi MBKM secara mandiri sehingga kita bisa memberikan jaminan bahwa implementasi MBKM akan terus berlanjut dan memberikan hak merdeka kepada mahasiswa dan mahasiswi kita", ungkapnya.

 

Selanjutnya, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Drs. Andi Lukman, M.Si turut memberikan sambutan tentang pentingnya menyiapkan berbagai hal berkaitan dengan MBKM secara mandiri sehingga melalui sharing session tersebut diharapkan dapat memberikan informasi kepada peserta terkait strategi yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Makassar dan Univeristas Negeri Gorontalo terhadap MBKM Mandiri.

 

"Kita melihat bersama bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya kita dalam menggenapkan transformasi pendidikan di pendidikan tinggi atau di perguruan tinggi. Dari kedua universitas ini kita melihat telah menerapkan terkait kebijakan, komitmen pimpinan juga yang cukup tinggi, dokumen-dokumen juga siap, seperti panduan dan SOP. Kita semuanya sama-sama belajar. Dan yang tidak kalah pentingnya juga masing-masing sudah menyiapkan sistem informasi yang terpadu antara akademik dengan MBKM yang dijalankan. Nah, ini contoh-contoh yang saya pikir sangat baik", terangnya.

 

Pada kesempatan ini juga Prof Elya melalui materinya menyampaikan bagaimana strategi implementasi MBKM Mandiri melalui integrasi  pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat oleh Universitas Negeri Gorontalo di Kawasan Teluk Tomini.

 

"Ketika implementasi ini dilaksanakan piranti harus disiapkan, yang sangat penting adalah penyamaan persepsi di antara pimpinan serta mitra. Kemudian perlu juga sebuah analisis kebutuhan di mana kita bisa melaksanakan program MBKM ini memiliki manfaat yang tinggi. Perlunya juga penyiapan penetapan dokumen kebijakan MBKM, penyusunan POB MBKM, pengembangan sistem informasi, peningkatan MoU, membentuk kelompok kerja (pokja), hingga diakhiri sosialisasi ke seluruh pihak terkait", terangnya. (**)

Informasi

Agenda